Pemantauan kualitas air merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya tambak, namun sebagian besar petani masih mengandalkan metode tradisional yang lambat, kurang akurat, dan rawan kesalahan. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan petani tambak melalui pendampingan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem monitoring kualitas air secara real-time. Kegiatan pendampingan meliputi sosialisasi konsep IoT, instalasi sensor pada kolam, pelatihan pengoperasian perangkat, serta interpretasi data untuk pengambilan keputusan dalam pengelolaan tambak. Metode dilakukan secara praktik langsung di lapangan dengan pendekatan diskusi dan simulasi, sehingga petani dapat memahami pemanfaatan teknologi secara menyeluruh. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 90% peserta mampu memahami sistem monitoring IoT secara mandiri setelah pelatihan, dan waktu deteksi perubahan kualitas air dibanding metode konvensional. Selain itu, risiko kegagalan panen berkurang pada tambak yang menggunakan sistem ini, sementara efisiensi penggunaan air dan pakan meningkat . Implementasi sistem IoT juga mendukung praktik budidaya ramah lingkungan dengan mengurangi limbah dan overfeeding. Dengan demikian, pendampingan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan keterampilan petani, tetapi juga mendorong pengelolaan tambak yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.Kontribusi Pengabdian bagi Petani Memberikan keterampilan baru dalam pemanfaatan teknologi IoT. Mempercepat pengambilan keputusan berbasis data untuk kualitas air dan hasil panen. Bagi Masyarakat dan Lingkungan dapat mendukung praktik budidaya tambak efisien dan ramah lingkungan. serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat pengelolaan air dan pakan yang tidak tepat.
Copyrights © 2026