Globalisasi yang didorong oleh perkembangan teknologi komunikasi menempatkan penguasaan Bahasa Inggris sejak usia dini sebagai kebutuhan strategis dalam mempersiapkan generasi yang mampu bersaing secara global. Dalam konteks pendidikan anak usia dini (PAUD), pembelajaran bilingual semakin terintegrasi dalam kebijakan pendidikan nasional, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kompetensi pedagogik dan kreativitas guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran guru dalam mendesain pembiasaan kosa kata Bahasa Inggris yang kreatif dengan kemampuan kosa kata anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Subjek penelitian meliputi 10 guru PAUD dan 60 anak usia 4–6 tahun di sebuah taman kanak-kanak di Yogyakarta, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner guru, tes kosa kata bergambar, observasi pembelajaran, dan wawancara singkat. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa peran guru dalam pembiasaan kosa kata Bahasa Inggris berada pada kategori sangat baik (M = 4,35; SD = 0,42), sementara kemampuan kosa kata Bahasa Inggris anak tergolong tinggi (M = 16,2; SD = 1,8). Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kedua variabel (r = 0,72; p < 0,01). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pembiasaan kosa kata yang dirancang secara kreatif, kontekstual, dan berbasis bermain mampu meningkatkan kemampuan bahasa reseptif dan produktif anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru PAUD serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pembelajaran bilingual yang selaras dengan konteks budaya anak.
Copyrights © 2026