Penelitian ini mengkaji fenomena penggunaan bahasa slang di media sosial Twitter dalam perspektif sosiolinguistik dengan menitikberatkan pada bentuk, fungsi, dan maknanya. Isu utama penelitian adalah maraknya variasi bahasa nonformal di ruang digital yang mencerminkan dinamika identitas dan interaksi sosial generasi muda. Penelitian bertujuan mendeskripsikan bentuk linguistik slang, menjelaskan fungsi komunikatifnya, serta mengungkap makna sosial yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi nonpartisipan, simak-catat, dan dokumentasi terhadap 146 tweet berbahasa Indonesia yang mengandung slang, dikumpulkan selama Oktober–November 2025. Data dianalisis melalui reduksi, pengkodean, klasifikasi, dan interpretasi dalam kerangka sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk slang didominasi pemendekan dan serapan bahasa Inggris, fungsi utamanya bersifat ekspresif dan solidaritas sosial, serta maknanya merepresentasikan identitas kelompok dan kedekatan komunitas digital. Disimpulkan bahwa slang di Twitter merupakan strategi linguistik adaptif terhadap karakter komunikasi digital yang cepat dan partisipatif.
Copyrights © 2026