Database merupakan modal utama dan dasar bagi pengelola hutan adat agar dapat memaksimalkan potensi hutan adat yang sedang mereka kelola. Hal ini juga sesuai dengan zaman digital seperti sekarang dimana seluruh kegiatan sudah memanfaatkan teknologi informasi. Pengumpulan informasi yang akan menjadi database juga tidak lagi disusun dan disimpan dalam bentuk manual, akan tetapi dibangun secara digital.Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk pembuatan database bermanfaat untuk analisa pembuatan rencana pengelolaan hutan selanjutnya. Hasil evaluasi menunjukkan mitra telah meningkat pengetahuannya tentang konsep dan manfaat Database ArcGIS bagi kegiatan perencanaan dan pengelolaan Hutan Adat Ghimbo Pomuan sebesar 96 %. Selain itu, mitra juga telah mampu membuat database ArcGIS sesuai dengan pengetahuan yang telah diterima pada kegiatan pengabdian ini, berupa shapefile (SHP) titik pohon di sekitar kawasan budidaya lebah kelulut, polygon tutupan lahan di kawasan Hutan Adat, pembangunan atribut tabel potensi madu dan menampilkan foto di ArcGIS (geotagging foto).
Copyrights © 2024