Remaja perlu memiliki kecakapan dalam menulis karya ilmiah. Keterampilan ini sangat penting untuk mengembangkan pemikiran kritis dan analitis. Menulis ilmiah memungkinkan mereka mengorganisasi gagasan secara runtut, menyusun argumen yang logis, dan mendukung pendapat dengan bukti yang relevan. Namun, banyak siswa masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan menuangkan ide, menyusun kerangka tulisan, dan menggunakan sumber referensi secara tepat. Oleh karena itu, membaca dan menganalisis karya ilmiah dapat menjadi langkah awal yang efektif agar siswa memahami gaya penulisan dan teknik sitasi yang baik. Salah satu sekolah mitra dalam kegiatan pelatihan penulisan ilmiah ini adalah SMP Negeri 20 Malang. Sekolah ini memiliki ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang aktif mengikuti berbagai lomba penulisan ilmiah di tingkat lokal, regional, hingga internasional. Namun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan, seperti rendahnya kemampuan siswa dalam menulis karya ilmiah yang baik, kesulitan dalam mengonversi ide menjadi judul penelitian yang sesuai, serta keterbatasan dalam memahami cara menyusun sitasi dan kerangka penelitian. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan penulisan ilmiah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam hal tersebut. Sebagai bentuk kontribusi nyata, empat dosen dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan penulisan karya ilmiah kepada siswa SMPN 20 Malang. Melalui pelatihan ini, siswa dibimbing untuk menentukan ide penelitian, merumuskan masalah, mengembangkan ide, hingga menyusun alternatif judul penelitian beserta analisis kelebihan dan kekurangannya. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa siswa mulai mampu memahami tahapan dasar dalam penulisan karya ilmiah secara lebih terstruktur. Abstract Adolescents need to develop skills in scientific writing, as this ability is essential for fostering critical and analytical thinking. Scientific writing enables them to organize their ideas coherently, construct logical arguments, and support their opinions with relevant evidence. However, many students still face various challenges in scientific writing, such as difficulties in expressing ideas, structuring their writing, and using references appropriately. To overcome these challenges, reading and analyzing scientific works can be an effective first step to help students understand proper writing styles and citation techniques. One of the partner schools involved in this scientific writing training activity is SMP Negeri 20 Malang. The school has an extracurricular program called Karya Ilmiah Remaja (Youth Scientific Writing Club), which actively participates in scientific writing competitions at local, regional, and international levels. Nevertheless, several issues remain, including students' limited ability to produce quality scientific papers, difficulty in translating ideas into appropriate research titles, and a lack of understanding in citation and research framework composition. Therefore, scientific writing training is necessary to enhance students' capabilities in these areas. As a form of community service, four lecturers from the Faculty of Computer Science, Universitas Brawijaya Malang, conducted a scientific writing training program for students of SMPN 20 Malang. Through this training, students were guided to identify research ideas, formulate general problems, develop ideas, and determine alternative research titles along with an analysis of their strengths and weaknesses. The results of the training showed that students began to understand the basic stages of scientific writing in a more structured manner.
Copyrights © 2025