Latar Belakang: Perkembangan global dan dinamika ekonomi yang terus berubah berdampak signifikan terhadap keberlangsungan finansial perusahaan. Sektor consumer cyclicals di Indonesia tergolong rentan terhadap fluktuasi ekonomi karena ketergantungannya pada pola konsumsi masyarakat, sehingga meningkatkan risiko financial distress yang tercermin melalui fenomena Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kebangkrutan, dan restrukturisasi utang. Selain faktor keuangan, aspek non-keuangan seperti corporate social responsibility, board gender diversity, dan intellectual capital turut memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh corporate social responsibility, board gender diversity, dan intellectual capital terhadap financial distress. Metode Penelitian: Penelitian ini menambahkan variabel board gender diversity dan intellectual capital serta berfokus pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di BEI periode 2019–2023. Berbeda dari penelitian sebelumnya, studi ini menggunakan regresi data panel lima tahun untuk menghasilkan temuan yang lebih komprehensif.Hasil Penelitian: Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa corporate social responsibility dan board gender diversity tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Sebaliknya, intellectual capital memiliki pengaruh negatif terhadap financial distress, yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat intellectual capital suatu perusahaan, maka semakin kecil kemungkinan perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan. Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menambahkan variabel board gender diversity dan intellectual capital serta berfokus pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di BEI periode 2019–2023. Berbeda dari penelitian sebelumnya, studi ini menggunakan regresi data panel lima tahun untuk menghasilkan temuan yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2025