Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku ekspresi seksual siswa melalui media sosial di SMAN 10 Bombana, Sulawesi Tenggara. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan siswa yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil siswa, atau kelompok minoritas dari peserta FGD, yang secara aktif menggunakan simbol digital seperti stiker dan emoji bernuansa seksual dalam komunikasi mereka di aplikasi WhatsApp. Ekspresi ini muncul dalam konteks percakapan pribadi maupun grup, dan umumnya dimaknai sebagai bentuk humor, kedekatan, atau sindiran seksual yang tidak eksplisit. Fenomena ini mencerminkan adanya pola komunikasi seksual terselubung yang berkembang di ruang digital privat, terutama di kalangan remaja yang hidup dalam lingkungan sosial-budaya yang konservatif. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendidikan literasi digital dan seksualitas yang kontekstual untuk membantu remaja memahami batasan serta risiko dalam berekspresi secara daring.
Copyrights © 2026