Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, menghadapi permasalahan kualitas air bersih akibat tingginya kekeruhan, total zat padat terlarut (TDS), dan kadar klorida pada air sumur gali yang melebihi baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi koagulasi–filtrasi berbahan alami sebagai solusi berbasis partisipasi masyarakat. Program dilaksanakan pada 23 Juli 2025 dengan melibatkan 25 warga, diawali survei awal kualitas air, pemberian materi edukasi menggunakan media visual, praktik langsung pembuatan dan pengoperasian unit pengolahan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Koagulan yang digunakan adalah serbuk biji kelor (Moringa oleifera) dosis 3,5 g/10 L, dengan media filtrasi batu apung dan arang aktif kayu bakau. Berdasarkan hasil pre-post test yang dilakukan dengan 25 peserta diketahui bahwa terdapat peningkatan dari hasil pre-test dengan hasil post-test. Berdasarkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan sampah terjadi peningkatan dengan nilai Sig (0,010) < 0,05. Peningkatan rata-rata pengetahuan dari 45% menjadi 85%. Temuan ini membuktikan bahwa teknologi sederhana, murah, dan memanfaatkan bahan lokal efektif meningkatkan kualitas air dan pengetahuan masyarakat, serta berpotensi direplikasi di wilayah pesisir lainnya. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui pendampingan rutin dan pelatihan regenerasi media filtrasi oleh pemerintah desa dan mitra terkait.
Copyrights © 2026