Pelayanan Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu pelayanan dasar di puskesmas yang diarahkan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak serta meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi. Penyusunan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat memerlukan informasi mengenai need (kebutuhan) dan demand (permintaan). Penelitian ini bertujuan menganalisis need dan demand pelayanan kesehatan Poli KIA pada perempuan di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 perempuan berusia 20–52 tahun di Kota Surabaya yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan 88,0% responden merasa membutuhkan pelayanan Poli KIA dan 80,0% memiliki keinginan untuk memanfaatkannya. Kebutuhan terhadap layanan tambahan paling banyak diarahkan pada deteksi dini tumbuh kembang anak (26,0%) dan kesehatan mental ibu pasca melahirkan (26,0%), sedangkan untuk remaja konseling kesehatan reproduksi paling diminati (38,0%). Kendala utama yang dirasakan adalah waktu tunggu yang lama (40,0%) dan keterbatasan fasilitas (32,0%), sementara biaya pelayanan dinilai cukup hingga sangat berpengaruh oleh 78,0% responden. Sebanyak 96,0% responden bersedia memanfaatkan layanan secara lebih sering apabila biaya terjangkau dan 92,0% menginginkan sistem janji temu daring. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara need dan demand pelayanan Poli KIA, sehingga perlu pengembangan layanan berbasis siklus hidup perempuan, perluasan layanan untuk remaja, serta perbaikan akses melalui digitalisasi dan efisiensi waktu pelayanan.
Copyrights © 2026