Transformasi seni budaya lokal ke dalam konten digital merupakan strategi penting dalam menghadapi dinamika industri kreatif di era media sosial. Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, memiliki kekayaan seni budaya berbasis bambu yang terintegrasi dengan aktivitas sanggar seni dan UMKM kerajinan, namun pemanfaatannya sebagai komoditas kreatif masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan strategi komodifikasi konten seni budaya lokal melalui media sosial untuk memperkuat industri kreatif di Kecamatan Selaawi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori kreativitas dan teori komodifikasi media, yang diimplementasikan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan inovasi seni dan teknologi, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan. Mitra kegiatan meliputi Sanggar Seni Awi Sari serta UMKM pengrajin bambu di Desa Selaawi dan Putrajawa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam produksi dan pengelolaan konten digital, optimalisasi media sosial sebagai sarana branding dan promosi, serta terciptanya karya seni inovatif berupa mini oratorium dan film dokumenter sebagai produk konten kreatif. Selain itu, terbentuknya kanal digital dan marketplace mendukung perluasan jangkauan pasar produk seni dan kerajinan lokal. Strategi komodifikasi ini berkontribusi pada penguatan ekosistem industri kreatif berbasis kearifan lokal sekaligus mendukung pelestarian seni budaya daerah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026