Jurnal Medika: Medika
in progres

Penguatan Edukasi Kesehatan Reproduksi dan pencegahan Seks Pranikah pada Calon Pengantin di Wilayah Kerja Puskesmas Sei LalaKabupaten Indragiri Hulu

Nuromaito Siregar (Program studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru)
Emy Leonita (Program studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru)
Oktavia Dewi (Program studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru)
Hetty Ismainar (Program studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru)
Ahmad Hanafi (Program studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru)
Predy Predy (Program studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Seks pranikah merupakan aktivitas seksual yang dilakukan oleh individu sebelum menikah dan menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi remaja serta calon pengantin. Berdasarkan survei awal pada pasangan calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Lala tahun 2024, masih ditemukan perilaku seks pranikah yang dipengaruhi oleh kurangnya edukasi kesehatan reproduksi, pengaruh teman sebaya, serta minimnya komunikasi dalam keluarga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran calon pengantin mengenai pencegahan perilaku seks pranikah melalui edukasi kesehatan reproduksi, penguatan komunikasi keluarga, dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu dengan melibatkan calon pengantin, petugas Kesehatan Reproduksi, petugas Promosi Kesehatan, KUA Kecamatan Sei Lala, teman sebaya, dan orang tua. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan reproduksi, community engagement, pendampingan calon pengantin, serta kerja sama antara Puskesmas dan KUA dalam penyampaian informasi kesehatan reproduksi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pelaksanaan edukasi dan perubahan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar calon pengantin memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai dampak seks pranikah, namun akses informasi kesehatan reproduksi masih terbatas. Teman sebaya dan media sosial masih menjadi faktor yang memengaruhi perilaku seks pranikah, sementara komunikasi orang tua dengan anak terkait kesehatan reproduksi masih rendah karena dianggap tabu. Kolaborasi antara Puskesmas dan KUA melalui edukasi calon pengantin serta program KUA Goes to School dinilai dapat meningkatkan pemahaman dan pencegahan perilaku seks pranikah. Community engagement juga menjadi strategi yang efektif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

medika

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil ...