Transformasi digital kesehatan mendorong rumah sakit mengintegrasikan layanan administratif, klinis, dan edukatif berbasis teknologi. RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau telah mengembangkan aplikasi MIRAI sebagai platform layanan digital, namun pemanfaatannya masih terbatas pada aspek administratif dan belum mendukung promosi kesehatan. Tujuan menganalisis kebutuhan dan potensi pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI sebagai upaya memperkuat fungsi promotif dan preventif rumah sakit. Metode melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion, dan telaah dokumen. Informan dipilih secara purposive dari unsur PKRS, tim teknologi informasi, tenaga kesehatan, dan pengguna aplikasi. Analisis data dilakukan menggunakan problem solving cycle yang mencakup analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas dengan metode USG, analisis akar masalah menggunakan fishbone, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil menunjukkan bahwa tingginya tingkat penggunaan aplikasi MIRAI belum diimbangi dengan ketersediaan konten edukasi kesehatan digital, lemahnya integrasi PKRS dengan sistem aplikasi, serta keterbatasan kebijakan dan sumber daya pendukung. Potensi pengembangan fitur promosi kesehatan sangat besar mengingat tingginya akses pengguna, kesiapan infrastruktur digital, dan dukungan manajemen rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan literasi kesehatan, keterlibatan pasien, dan mutu pelayanan rumah sakit menuju Health Promoting Hospital berbasis digital.
Copyrights © 2026