Dismenore merupakan keluhan kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, kenyamanan fisik, serta kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja putri tentang penatalaksanaan nyeri haid secara nonfarmakologis melalui edukasi dan pendampingan konsumsi tisane kombinasi jeruk nipis, kunyit, jahe dan serai. Kegiatan dilaksanakan pada 37 remaja putri usia 10-18 tahun di kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Metode kegiatan meliputi pendidikan kesehatan, demonstrasi penggunaan tisane, pendampingan konsumsi selama tiga hari sejak hari pertama menstruasi, serta evaluasi intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pergeseran intensitas nyeri ke kategori lebih ringan. Sebelum pendampingan, responden mengalami nyeri sedang sebanyak 26 orang(70,3%) dan nyeri berat sebanyak 11 orang (29,7%). Setelah pendampingan terdapat 6 orang (16,2%) dengan nyeri ringan, 29 orang (78,4%) nyeri sedang dan 2 orang (5,4%) nyeri berat. Hasil evaluasi Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,684 dan p = 0,000. yang mengindikasikan penurunan nyeri secara bermakna. Edukasi dan pendampingan konsumsi tisane dapat menjadi strategi promotif-preventif berbasis komunitas untuk membantu remaja putri mengelola dismenore secara aman, alami dan mudah diterapkan.
Copyrights © 2026