Henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan bantuan hidup dasar (BHD)/CPR menyebabkan tingginya risiko kematian di luar fasilitas kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 30 kader kesehatan di Desa Bale dan Desa Wani, Kabupaten Donggala. Intervensi dilakukan melalui edukasi faktor risiko penyakit jantung, pelatihan CPR berbasis praktik menggunakan manekin, serta simulasi penanganan henti jantung berbasis komunitas. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk aspek pengetahuan serta penilaian praktik untuk keterampilan. Sebelum intervensi, sebagian besar kader memiliki pengetahuan rendah (77%) dan keterampilan tidak sesuai (93%). Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan, dimana seluruh kader (100%) memiliki pengetahuan tinggi dan keterampilan sangat sesuai dalam melakukan BHD/CPR. Pendekatan edukasi dan pelatihan berbasis simulasi efektif meningkatkan kapasitas kader kesehatan secara individu maupun kolektif. Keterlibatan aktif peserta dalam praktik dan simulasi meningkatkan kepercayaan diri serta kesiapsiagaan dalam merespons kondisi darurat. Program ini juga mendukung pembentukan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas melalui pembentukan tim siaga jantung desa.
Copyrights © 2026