Perkembangan teknologi digital dan globalisasi telah membawa pergeseran signifikan dalam pola bermain anak, di mana permainan tradisional yang sarat akan nilai budaya mulai ditinggalkan dan digantikan oleh permainan digital yang bersifat individualistis. Penelitian ini merupakan sebuah kajian pustaka yang bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas integrasi permainan tradisional Minangkabau dan kearifan lokal dalam berbagai aspek pendidikan, mulai dari pengajaran matematika, sains, hingga pengembangan karakter dan interaksi sosial. Melalui tinjauan literatur dari beberapa sumber pustaka, ditemukan bahwa permainan tradisional seperti Engklek, Cak Bur, Congklak, dan Sipak Rago bukan sekadar sarana hiburan, melainkan instrumen edukasi yang efektif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan etnomatematika dan etnosains yang berbasis pada kearifan lokal mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, pemahaman konsep geometri, koordinasi motorik, hingga pemertahanan bahasa daerah. Penelitian ini merekomendasikan revitalisasi permainan tradisional ke dalam kurikulum formal untuk membentuk generasi yang cerdas secara kognitif namun tetap berakar pada identitas budaya bangsa.
Copyrights © 2026