Penelitian ini membahas mengenai fenomena polarisasi sosial dalam pemilu dan penyebaran disinformasi di media sosial pada masyarakat di Kota Medan. Perkembangan media sosial yang telah menjadi sarana komunikasi politik mampu memudahkan penyebaran informasi, akan tetapi hal ini juga memunculkan banyak bentuk disinformasi yang mampu memengaruhi pandangan politik masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui hubungan dari penyebaran disinformasi di media sosial dengan kemunculan polarisasi sosial di tengah masyarakat Kota Medan selama pelaksanaan pemilu. Penelitian ini dilakukan melalui studi literature, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa hadirnya media sosial berperan besar dalam penguatan perbedaan pandangan politik, meningkatkan penyebaran hoax, dan memicu konflik serta perpecahan sosial di masyarakat. Polarisasi sosial terjadi karena masyarakat menerima informasi yang sesuai dengan pandangan politik tanpa memeriksa faktanya terlebih dahulu. Rendahnya literasi digital juga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran disinformasi. Penmelitian ini menarik kesimpulan bahwa penyebaran disinformasi sangat beroengaruh terhadap meningkatnya polarisasi sosial pada pemilu di Kota Medan. Maka dari itu peningkatan literasi digital, pengawasan dalam penyebaran informasi di media, serta edukasi politik kepada masyarakat sangat diperlukan guna meminimalisir dalmpak negative polarisasi social
Copyrights © 2026