Menyebarnya hoaks mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditengah konflik geopolitik Selat Hormuz di awal tahun 2026 menunjukkan kerentanan disinformasi pada ruang digital di Indonesia. Metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi dokumentasi digunakan melalui pengumpulan data dari platform Facebook, Twitter/X, Instagram, Tiktok, dan Whatsapp, kemudian diverifikasi terhadap data dari sumber resmi seperti PT Pertamina, Kementerian ESDM, Komdigi, serta lembaga pemeriksaan fakta. Dari hasil temuan membutikkan bahwa hoaks paling efektif menyebar ketika bersandar pada fakta yang valid dan penguatan literasi digital berbasis sumber resmi merupakan kebutuhan yang mendesak di era ini.
Copyrights © 2026