Perkembangan teknologi digital telah merubah cara transaksi saham di pasar modal Indonesia dari metode tradisional menjadi metode perdagangan berbasis elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi cara perdagangan saham dalam konteks digital dengan penekanan pada proses transaksi, penerapan sistem perdagangan elektronik, serta kaitannya dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi di pasar modal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai sumber seperti jurnal, buku, regulasi, dan publikasi resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan Jakarta Automated Trading System Next Generation (JATS Next-G) meningkatkan aspek kecepatan, ketepatan, efisiensi, serta transparansi dalam transaksi saham dengan mempercepat proses pencocokan order, kliring, dan penyelesaian, serta memberikan informasi pasar secara real-time. Akan tetapi, digitalisasi juga membawa tantangan seperti risiko keamanan siber, penyebaran informasi yang tidak akurat, perilaku investasi yang spekulatif, dan rendahnya tingkat pemahaman keuangan. Sebagai kesimpulan, digitalisasi memiliki peranan vital dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi di pasar modal Indonesia, tetapi masih memerlukan penguatan regulasi, keamanan sistem, dan pendidikan untuk investor agar tercipta pasar modal yang stabil, efisien, dan memiliki integritas.
Copyrights © 2026