Perdagangan internasional pada sektor elektronik menunjukkan dinamika yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi dan integrasi ekonomi global. China sebagai produsen utama produk elektronik dunia memiliki peran dominan dalam memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perdagangan serta mengidentifikasi peluang dan ancaman dalam perdagangan produk elektronik antara Indonesia dan China. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka dan analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa impor produk elektronik Indonesia dari China pada tahun 2025 mencapai sekitar US$ 38,78 miliar dengan volume lebih dari 5,68 miliar ton, yang mencerminkan tingginya ketergantungan terhadap produk impor. Di satu sisi, perdagangan ini memberikan peluang berupa akses terhadap teknologi modern, efisiensi biaya produksi, serta potensi integrasi dalam rantai nilai global. Namun di sisi lain, terdapat ancaman berupa melemahnya daya saing industri domestik, ketidakseimbangan neraca perdagangan, serta meningkatnya ketergantungan ekonomi terhadap China. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan strategi yang komprehensif untuk memperkuat industri dalam negeri melalui peningkatan daya saing, inovasi teknologi, serta pengendalian impor secara selektif, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu berperan sebagai produsen dalam perdagangan global
Copyrights © 2026