Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan ornamen Batak Toba pada media suling Batak Toba serta menghasilkan karya kriya yang memadukan nilai estetika, fungsi, dan budaya melalui penerapan motif-motif Gorga Batak Toba. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya upaya pelestarian budaya lokal melalui pengembangan ornamen tradisional pada media yang lebih variatif dan fungsional. Suling sebagai alat musik tradisional dipilih sebagai media penerapan karena memiliki nilai budaya serta bentuk yang sesuai untuk pengembangan ornamen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penciptaan karya (practice-based research) yang meliputi tahapan eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan evaluasi karya. Proses penciptaan diawali dengan pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi mengenai ornamen Batak Toba. Selanjutnya dilakukan pembuatan desain, pemindahan motif ke media suling, proses pembakaran menggunakan teknik pyrography, serta tahap finishing menggunakan clear semprot untuk melindungi dan memperindah hasil karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen Batak Toba dapat diterapkan dengan baik pada media suling tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai alat musik. Penerapan dilakukan dengan menggunakan berbagai motif gorga, seperti Gorga Boraspati, Gorga Simeol-meol, Gorga Ipon-ipon, Gorga Simata Ni Ari, Gorga Sitangan, Gorga Desa Na Walu, Gorga Adop-adop, dan motif lainnya yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip seni rupa, yaitu kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, dan harmoni. Teknik pyrography menghasilkan karakter visual yang menyatu dengan tekstur alami bambu serta memperkuat nilai estetika karya. Penelitian ini menghasilkan 18 desain karya penerapan ornamen Batak Toba pada media suling yang menunjukkan keberagaman bentuk visual dan makna simbolik. Setiap motif yang diterapkan mengandung nilai-nilai budaya Batak Toba, seperti perlindungan, kesejahteraan, keberanian, keharmonisan, dan keseimbangan hidup. Dengan demikian, penerapan ornamen Batak Toba pada media suling tidak hanya berfungsi sebagai penghias, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya dan pengembangan yang inovatif.
Copyrights © 2026