Transformasi digital berbasis AI, komputasi awan, dan IoT memposisikan Sistem Informasi Manajemen (SIM) sebagai pilar utama organisasi sekaligus memicu dilema etika yang kompleks. Kajian pustaka ini mensintesiskan etika digital dan SIM melalui berbagai perspektif moral, hukum, dan aksiologi teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengumpulan data masif mengancam privasi, proses algoritmik yang buram menyulitkan akuntabilitas, dan celah keamanan siber terus mengancam organisasi. Di tingkat global, implementasi teknologi seperti blockchain dan AI dalam SIM meningkatkan transparansi lingkungan, namun masih lemah dalam aspek keadilan sosial pekerja. Disimpulkan bahwa pemanfaatan SIM yang etis dan berkelanjutan memerlukan sinergi tiga pendekatan: penguatan regulasi hukum, peningkatan keamanan teknologi, dan penguatan kesadaran etis pengguna yang berlandaskan nilai moral universal.
Copyrights © 2026