Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah akuntansi dalam perspektif teologi dengan mengkaji ajaran yang terdapat dalam kitab suci, yaitu Al-Qur’an, Taurat, Zabur, dan Injil. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis teks-teks teologis yang berkaitan dengan konsep pencatatan, perhitungan, dan pertanggungjawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip dasar akuntansi telah hadir sejak masa teologis, yang tercermin dalam perintah pencatatan transaksi, sistem pencatatan ilahi atas seluruh aktivitas manusia, serta konsep perhitungan (hisab) sebagai bentuk evaluasi. Selain itu, praktik administratif seperti sensus dan pengelolaan sumber daya dalam Taurat dan Zabur menunjukkan adanya sistem pengelolaan data yang terstruktur. Temuan ini menegaskan bahwa akuntansi tidak hanya merupakan hasil perkembangan ekonomi modern, tetapi juga berakar pada sistem ilahi yang telah ada sejak awal. Oleh karena itu, akuntansi dapat dipahami sebagai bagian dari mekanisme teologis yang mencerminkan keteraturan, pencatatan, dan pertanggungjawaban dalam kehidupan manusia.
Copyrights © 2026