Kota Padang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, terutama terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pendekatan, salah satunya melalui pembentukan Kelompok Siaga Bencana (KSB) pada tingkat kelurahan. Keberadaan KSB tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya dan dukungan kelembagaan, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya organisasi yang berkembang di dalam kelompok tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya organisasi pada Kelompok Siaga Bencana di Kota Padang serta kaitannya dengan penguatan kapasitas organisasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah, dokumen kebijakan, laporan penelitian, serta publikasi yang membahas Kelompok Siaga Bencana, kesiapsiagaan masyarakat, budaya organisasi, dan penanggulangan bencana berbasis komunitas. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, pengelompokan, interpretasi, dan sintesis temuan yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan fungsi Kelompok Siaga Bencana. Nilai-nilai kepedulian sosial, semangat kerelawanan, komunikasi internal, koordinasi antaranggota, kepemimpinan, serta komitmen terhadap tujuan organisasi menjadi faktor yang mendorong efektivitas pelaksanaan program kesiapsiagaan. Sebaliknya, lemahnya koordinasi, keterbatasan pembinaan, minimnya pelatihan, dan rendahnya partisipasi sebagian anggota berpotensi menghambat penguatan kapasitas organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya organisasi perlu menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan keberlanjutan peran Kelompok Siaga Bencana di Kota Padang.
Copyrights © 2026