Kemajuan dalam Kecerdasan Buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan di berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi. Penggunaan AI dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran, sekaligus menghadirkan berbagai tantangan terkaut pertimbangan etika dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri AI dan kesadaran etika terhadap perilaku etias mahasiswa dalam penggunaan Kecerdasan Buatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengann metode deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi di Universitas Negeri Semarang, Angkatan 2023, yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa efikasi diri AI tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa dalam penggunaan AI. Sementara itu, kesadaran etis memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa. Secara bersamaan, efikasi diri dalam AI dan kesadaran etis memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa dalam penggunaan Kecerdasan Buatan. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku etis mahasiswa dalam memanfaatkan AI tidak hanya dipengaruhi oleh kemahiran teknis mereka dalam menggunakan teknologi tersebut, tetapi juga oleh kesadaran etis dan berbagai faktor lain yang membentuk penerapan nilai-nilai etis di lingkungan akademik. Upaya untuk memperkuat literasi etika dan integritas akademik harus terus dilakukan guna memastikan bahwa penggunaan AI mendukung proses pembelajaran yang bertanggung jawab. Penelitian ini memberikan wawasan bagi lembaga pendidikan tinggi dalam mengembangkan strategi yang mendorong penggunaan Kecerdasan Buatan secara etis dan bertanggung jawab di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2026