Kopi, salah satu komoditas perkebunan terpenting di Indonesia, sangat penting bagi perdagangan global. Kopi robusta dan arabika merupakan ekspor utama Indonesia, menjadikannya salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Melalui analisis ekspor dan impor dari tahun 2023 hingga 2025, studi ini berupaya memahami evolusi perdagangan internasional komoditas kopi Indonesia. Dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), World Integrated Trade Solution (WITS), International Coffee Organization (ICO), dan publikasi ilmiah terkait lainnya, pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan tahun 2023, nilai ekspor kopi Indonesia meningkat secara signifikan pada tahun 2024. Indonesia mengekspor lebih dari 312.000 ton kopi pada tahun 2024, senilai sekitar US$1,62 miliar. Sementara itu, impor kopi Indonesia tetap menjaga pasokan bahan baku yang stabil dan memenuhi permintaan sektor pengolahan. Karena ekspor jauh melebihi impor, neraca perdagangan kopi Indonesia tetap surplus meskipun demikian. Kurs mata uang, permintaan pasar internasional, produksi lokal, harga kopi global, dan peraturan perdagangan pemerintah semuanya berdampak pada perdagangan kopi internasional Indonesia. Oleh karena itu, meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global membutuhkan peningkatan produksi dan kualitas produk serta penguatan sektor hilir kopi.
Copyrights © 2026