Budaya organisasi memiliki peran penting dalam membentuk perilaku aparatur serta mendukung peningkatan kualitas kinerja pada organisasi sektor publik. Di Provinsi Sumatera Barat, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dipandang sebagai kearifan lokal yang berpotensi memperkuat budaya kerja birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai budaya Minangkabau dalam budaya organisasi Pemerintah Kota Padang, menganalisis kontribusinya terhadap disiplin dan etos kerja aparatur, serta mengidentifikasi berbagai hambatan dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan buku, artikel ilmiah, dokumen kebijakan, peraturan perundang-undangan, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai amanah, musyawarah, tanggung jawab, religiusitas, gotong royong, dan integritas berkontribusi dalam membangun komitmen organisasi, meningkatkan disiplin kerja, serta mendukung pelayanan publik yang lebih baik. Meskipun demikian, implementasinya masih dipengaruhi oleh budaya birokrasi yang formalistik, belum meratanya pemahaman aparatur terhadap nilai ABS-SBK, serta belum optimalnya integrasi nilai budaya ke dalam sistem pengelolaan sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan internalisasi nilai ABS-SBK melalui komitmen pimpinan, pembinaan yang berkesinambungan, dan pelembagaan nilai budaya dalam setiap aspek organisasi guna meningkatkan kinerja aparatur Pemerintah Kota Padang.
Copyrights © 2026