Tujuan dari riset ini yaitu mengkaji laporan keuangan beserta pergerakan harga saham untuk mendukung penentuan kebijakan investasi di bursa efek. Studi ini mengambil contoh kasus pada dua emiten besar, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Riset ini menerapkan metode kualitatif deskriptif lewat sudut pandang analisis fundamental untuk menguji rasio profitabilitas, tingkat utang (solvabilitas), serta metrik penilaian pasar berdasarkan data laporan keuangan dari tahun 2021 hingga 2025. Temuan riset mengindikasikan bahwa capaian finansial BBRI ditopang oleh ekspansi penyaluran kredit pada sektor mikro yang masif disertai tingkat keuntungan yang konstan, sehingga memicu tren positif harga sahamnya di pasar. Di sisi lain, TLKM memiliki ciri khas sebagai industri yang memerlukan modal besar guna membangun sarana digital. Hal ini berdampak pada komposisi utang perusahaan, walaupun posisi tawar valuasinya di bursa tetap kuat. Dalam menentukan strategi investasi, penggabungan kalkulasi rasio fundamental dengan tren pergerakan harga saham dapat mempermudah pemodal dalam mengukur nilai intrinsik, meminimalkan ancaman fluktuasi bursa, serta melihat waktu yang tepat untuk melakukan aksi beli, simpan, ataupun jual. Riset ini menyimpulkan bahwa basis fundamental pada tiap-tiap sektor memiliki andil besar dalam mengarahkan tren harga saham serta pola pikir strategis para pemodal.
Copyrights © 2026