Perkembangan media interaktif masa kini menempatkan video game sebagai medium ekspresif untuk menyampaikan kritik sosial yang sarat makna. Persona 5 merupakan sajian hiburan populer yang secara gamblang memproyeksikan perlawanan ideologis sekumpulan remaja yang tergabung dalam Phantom Thieves terhadap otoritas yang korup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud representamen, mengidentifikasi object, serta menganalisis interpretant terkait pesan simbolis pemberontakan pada desain topeng karakter. Studi ini mengaplikasikan metode kualitatif deskriptif melalui observasi pasif serta pendokumentasian visual. Analisis data menggunakan model semiotika triadik Charles Sanders Peirce, sementara triangulasi teori digunakan sebagai penguji keabsahan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa wujud visual topeng (representamen) dan acuan rujukannya (object) berpadu membentuk makna (interpretant) perlawanan yang mendalam. Dengan didukung oleh integrasi psikologi warna, arketipe Pearson, dan psikoanalisis Carl Jung, sinergi visual kelompok ini secara kolektif menyampaikan pesan moral bahwa perlawanan terhadap penindasan sistemik dapat dieksekusi secara taktis, terstruktur, dan estetis
Copyrights © 2026