Pencemaran mikroplastik menjadi isu lingkungan yang semakin penting, khususnya pada ekosistem perairan tropis yang mengalami tekanan antropogenik tinggi dan dinamika hidrologi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mensintesis distribusi, karakteristik, dan potensi dampak ekotoksikologis mikroplastik pada ekosistem perairan laut dan air tawar tropis. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan systematic review dengan kerangka PRISMA terhadap literatur yang diindeks dalam basis data Scopus pada periode 2015–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa konsentrasi mikroplastik bervariasi antar tipe ekosistem, dengan nilai rata-rata tertinggi pada estuari (5,2 items/m³), diikuti sungai tropis (3,8 items/m³) dan perairan pesisir (2,9 items/m³), sementara sedimen menunjukkan kelimpahan yang jauh lebih tinggi yaitu 215 items/kg berat kering pada sedimen laut dan 178 items/kg pada sedimen air tawar. Polimer dominan yang teridentifikasi adalah polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) dengan bentuk partikel utama berupa fiber dan fragmen. Sintesis dampak ekotoksikologis menunjukkan adanya respons biologis pada berbagai kelompok organisme akuatik, termasuk stres oksidatif, peradangan jaringan, gangguan metabolisme, dan penurunan fungsi reproduksi. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko ekologis mikroplastik di perairan tropis terbentuk melalui interaksi antara sumber daratan, transport melalui sistem sungai, akumulasi di estuari, dan deposisi pada sedimen. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan terpadu yang menekankan pengurangan sumber plastik dari daratan, peningkatan sistem pengelolaan limbah, serta pemantauan jangka panjang untuk mengurangi risiko ekologis mikroplastik di ekosistem perairan tropis
Copyrights © 2026