Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai heritabilitas bobot lahir dan bobot sapih pada domba hasil persilangan antara pejantan Dorper dan induk Cross Texel. Pemahaman terhadap parameter genetik ini krusial untuk merancang program seleksi yang efisien guna mempercepat laju perbaikan mutu genetik. Metode yang digunakan adalah analisis data saudara tiri sebapak (paternal half-sib) dengan rancangan acak lengkap pola searah. Data performa yang telah disusun berdasarkan silsilah dikoreksi terlebih dahulu untuk meminimalkan pengaruh faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan rataan bobot lahir jantan dan betina masing-masing adalah 2,98 ± 0,89 kg dan 2,87 ± 0,66 kg, sedangkan rataan bobot sapih adalah 18,70 ± 4,90 kg dan 17,18 ± 4,61 kg. Nilai estimasi heritabilitas untuk bobot lahir adalah 0,22 ± 0,19 (kategori sedang) dan untuk bobot sapih adalah 0,37 ± 0,23 (kategori tinggi). Disimpulkan bahwa sifat pertumbuhan, terutama bobot sapih, memiliki potensi yang baik untuk dijadikan kriteria seleksi awal dalam program pemuliaan domba karena nilai heritabilitasnya yang tinggi.
Copyrights © 2025