Kajian ekokritik berkembang sebagai salah satu pendekatan interdisipliner yang mengkaji hubungan antara sastra dan lingkungan. Sastra Arab, baik klasik maupun modern, merepresentasikan alam, air, dan kerusakan lingkungan sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi alam, air, dan kerusakan lingkungan dalam sastra Arab klasik dan modern menggunakan perspektif ekokritik Greg Garrard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari karya sastra Arab serta berbagai literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra Arab klasik merepresentasikan alam sebagai ruang kehidupan yang harmonis dengan manusia, sedangkan sastra Arab modern menampilkan pergeseran paradigma dengan menjadikan alam sebagai objek eksploitasi, pencemaran, dan krisis ekologis. Representasi air mengalami perkembangan dari simbol kehidupan dan spiritualitas menjadi simbol kelangkaan sumber daya serta isu keberlanjutan lingkungan. Analisis berdasarkan konsep dwelling, earth, pollution, animals, dan apocalypse menunjukkan bahwa sastra Arab berfungsi sebagai media kritik terhadap kerusakan lingkungan sekaligus membangun etika lingkungan, literasi ekologis, dan kesadaran akan pentingnya konservasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan ekokritik memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sastra dan ilmu lingkungan serta relevan dengan upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan
Copyrights © 2025