Envirology
Vol. 4 No. 1 (2026): ENVIROLOGY

Kearifan Lokal Dan Resiliensi Agroekosistem: Studi Kasus Pada Masyarakat Kasepuhan Gelar Alam, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Arif Munandar (Universitas Persatuan Islam)
Sri Ratna Wulan (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Jul 2026

Abstract

ABSTRAK Perubahan iklim, modernisasi pertanian, dan pergeseran nilai antargenerasi menjadi tekanan yang semakin nyata terhadap keberlanjutan agroekosistem tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kearifan lokal masyarakat Kasepuhan Gelar Alam, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, membentuk praktik pengelolaan agroekosistem dan berkontribusi terhadap resiliensinya, serta mengidentifikasi faktor sosial, budaya, dan ekologis yang menentukan kapasitas adaptasi komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 8–12 informan kunci dan pendukung, serta dokumentasi, yang dianalisis secara tematik menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi agroekosistem Kasepuhan Gelar Alam dibentuk oleh keterpaduan tiga dimensi—ekologis, sosial-institusional, dan spiritual-kosmologis—yang terwujud melalui agrobiodiversitas 180 varietas padi lokal, sistem pertanian gilir balik (Huma), sistem leuit sebagai cadangan pangan terdesentralisasi, zonasi hutan adat, sistem rorokan, gotong royong, serta kerangka nilai adat yang memungkinkan adaptasi selektif. Ketiga dimensi tersebut membangun absorptive, adaptive, dan transformative capacity secara sinergis. Kapasitas adaptasi komunitas ditentukan oleh faktor ekologis, sosial, dan budaya yang bekerja secara terintegrasi. Temuan ini memperkuat kerangka teori resiliensi sosial-ekologis dan menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat adat dapat menjadi rujukan bagi perumusan kebijakan pengelolaan agroekosistem yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Kata kunci: kearifan lokal, resiliensi agroekosistem, masyarakat adat ABSTRACT Climate change, agricultural modernization, and intergenerational value shifts pose increasing pressure on the sustainability of traditional agroecosystems in Indonesia. This study analyzes how the local wisdom of the Kasepuhan Gelar Alam indigenous community in Cisolok Subdistrict, Sukabumi Regency, shapes agroecosystem management practices and contributes to their resilience, and identifies the social, cultural, and ecological factors that determine the community's adaptive capacity. A qualitative case study approach was employed through participatory observation, in-depth interviews with 8–12 key and supporting informants, and documentation, analyzed thematically using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (2014). The results show that the resilience of the Kasepuhan Gelar Alam agroecosystem is shaped by the integration of three dimensions—ecological, socio-institutional, and spiritual-cosmological—manifested through the cultivation of 180 local rice varieties, the Huma shifting cultivation system, the decentralized leuit food storage system, customary forest zoning, the rorokan institutional system, mutual cooperation, and a value framework enabling selective adaptation. These three dimensions synergistically build absorptive, adaptive, and transformative capacities. The community's adaptive capacity is determined by ecological, social, and cultural factors operating in an integrated manner. These findings reinforce the social-ecological resilience framework and suggest that indigenous local wisdom can serve as a reference for formulating more contextual and sustainable agroecosystem management policies. Keywords: local wisdom, agroecosystem resilience, indigenous community

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ENVIROLOGY

Publisher

Subject

Description

Envirology adalah jurnal ilmiah akses terbuka yang menerbitkan artikel hasil penelitian dan artikel tinjauan di bidang ilmu lingkungan. Jurnal ini mencakup kajian multidisiplin dan interdisiplin yang berfokus pada permasalahan lingkungan, dampak, risiko, dan keberlanjutan. Envirology bertujuan ...