Berbagai fenomena lingkungan yang dinarasikan oleh pengarang yang belum terindifikasi secara jelas aspek ekologisnya seperti polusi, hutan, bencana, pemukiman, binatang, dan bumi. Novel sebagai media yang menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk berubah dan bertindak lebih bertanggung jawab terhadap alam. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi fenomena lingkungan dan kritik etis pengarang. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan penyajian data bersifat deskriptif untuk mengeksplorasi dan memahami representasi isu lingkungan hutan dalam novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Shabrina WS. Data utama dalam penelitian ini adalah teks novel Rahasia Pelangi. Pendekatan ekokritik Garrard Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software NVivo yang menampilkan olahan data berupa percentage coverage dan grafik melalui fitur Explore. Untuk menjamin validitas dan reliabilitas, penelitian ini mengadopsi prosedur triangulasi, yakni dengan membandingkan temuan dengan studi-studi terdahulu yang relevan serta teori-teori ekokritik lainnya. Temuan penelitian adalah pengarang menarasikan tema ekologis. Narasi pada tema "Bencana" diikuti oleh fenomena perusakan "Hutan Belantara." Kontribusi penelitian adalah memberikan kesadaran pelestarian lingkungan bagi para pembaca. Hasil penelitian ini menjadi sarana guru dan dosen memberikan materi ajar literasi kepada siswa dan mahasiswa. Penelitian masa depan adalah meneliti novel- novel dari pengarang lain yang menyuarakan isu lingkungan.
Copyrights © 2024