Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan adalah impian perempuan. Perempuan ialah hak. Perempuan memiliki hak untuk melakukan juga apa yang dilakukan laki-laki. Perempuan adalah sebuah kebebasan yang selalu diperjuangkan karena dianggap masih terpenjarakan. Tulisan ini adalah sebuah kajian tokoh perempuan dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Perempuanperempuan yang digambarkan oleh Oka Rusmini tidak hanya menjadi sebuah satir yang keras terhadap kehidupan dan sistem budaya laki-laki Bali. Dunia perempuan dalam Tarian Bumi dicitrakan sebagai sosok-sosok yang begitu kuat, gelisah, mandiri, dan pemberontak. Tulisan ini juga bertujuan menjelaskan pembelajaran karakter perempuan (Luh Sekar, Telaga, dan Sagra Pidada) yang berjuang melawan derasnya tekanan adat yang mesti dijalani dengan segala keterbatasan gender, kasta, dan interaksi masyarakat. Perjuangan tokoh perempuan sebagai second sex untuk bertahan hidup dengan segala eksistensi menyuarakan keinginannya. Analisis kualitatif deskripti ini menggunakan perspektif psikoanalisis Sigmund Freud dan metode karakterisasi tokoh.
Copyrights © 2019