Penggunaan antibiotik yang tidak tepat seringkali menyebabkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif pengendalian bakteri pathogen lain seperti melalui pemanfaatan tanaman obat. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil fermentasi daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) dan mengetahui aktivitas antibakteri fermentasi daun pucuk merah terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa, Salmonella Typhi dan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, filtrat yang diperoleh dari proses fermentasi daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) menunjukkan sifat asam dengan pH 2,93. Filtrat hasil fermentasi juga positif mengandung enzim amylase, alkohol, dan asam asetat. Selain itu, uji fitokimia filtrat hasil fermentasi menunjukkan adanya kandungan senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, alkaloid, saponin dan tannin. Uji antibakteri dilakukan terhadap Pseudomonas aeruginosa, Salmonella Typhi dan Staphylococcus aureus dengan konsentrasi cairan tanpa pengenceran dan dengan pengenceran bertingkat. Aktivitas antibakteri cairan hasil fermentasi daun pucuk merah dengan metode Kirby-Bauer tidak menunjukkan adanya zona hambat pada Pseudomonas aeruginosa, Salmonella Typhi dan Staphylococcus aureus walaupun memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder, asam asetat, alcohol dan enzim amylase. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil fermetasi daun pucuk merah memiliki beberapa kandungan senyawa yang diduga mampu menghambat bakteri pathogen tetapi belum dapat menunjukkan aktivitas antibakteri yang diharapkan.
Copyrights © 2025