Restoran cepat saji menjadi tempat dilakukan ragam kegiatan penunjang ketika makan dan minum, dilakukan secara berkelompok atau sendiri, salah satu contohnya adalah pada McDonald’s, secara umum dengan bentuk arsitektur kubus, maka keoptimalan kebutuhan ruang secara organisasi ruang dan konfigurasi sirkulasi dapat optimal untuk dilakukan ragam aktivitas oleh pelanggan dan pegawai. Namun berbeda dengan McDonald’s Simpang Dago Bandung yang memiliki bentuk tabung pada fasad bangunan, sehingga diasumsikan bahwa organisasi ruang dan konfigurasi sirkulasi tidak akan optimal. Dilakukan secara kualitatif menggunakan tahapan Design Thinking (empathise, define, ideate), menghasilkan dua jenis permasalahan (dapat ditoleransi dan perlu renovasi), setelah dilakukan pengolahan data dan korelasi dengan literatur, maka telah dihasilkan usulan alternatif solusi desain interior terhadap kedua jenis permasalahan tersebut. Pola analisis yang telah dilakukan berpeluang untuk digunakan pada ragam restoran atau bangunan lainnya dengan bentuk unik pada sisi tertentu atau keseluruhannya, untuk mengetahui ketercapaian keoptimalan organisasi ruang dan konfigurasi sirkulasi, namun tetap dikontekstualkan terlebih dahulu terkait pengguna ruang, aktivitas pengguna ruang, kondisi ruang interior eksisting bangunan dan kebutuhan ruangnya.
Copyrights © 2025