Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya desain interior perpustakaan yang adaptif terhadap kebutuhan civitas akademik di era open-space learning. Masalah yang diidentifikasi meliputi potensi glare fatigue akibat pencahayaan jendela, kepadatan sirkulasi furniture, serta tantangan privasi pada area komunal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas ruang Open Library Telkom University melalui tiga tingkatan Model Kenyamanan Vischer: fisik, fungsional, dan psikologis. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan dan analisis komparatif berdasarkan standar SNI 6197:2020 serta standar antropometri. Temuan menunjukkan bahwa kenyamanan fisik telah terpenuhi melalui pencahayaan buatan dan suhu ruangan. Secara fungsional, terdapat variasi zona kerja yang mendukung produktivitas, meski sirkulasi antar meja mezzanine (60 cm) masih di bawah standar minimal. Dari sisi psikologis, penggunaan elemen rumput sintetis efektif menciptakan batas teritorialitas semu bagi pengunjung. Simpulannya, interior Open Library telah mencapai tingkat kenyamanan fungsional yang baik, namun memerlukan penataan ulang tata letak furnitur untuk mengoptimalkan privasi dan aksesibilitas penyandang disabilitas di area mezzanine. Kata-kunci: Model Vischer, Perpustakaan, Kenyamanan Interior, Psikologi Interior
Copyrights © 2026