Latar Belakang: Literasi budaya merupakan salah satu literasi dasar yang penting ditanamkan sejak usia dini, namun pembelajaran budaya di lembaga PAUD masih cenderung bersifat seremonial dan belum menyentuh makna nilai secara mendalam, termasuk di Taman Kanak-Kanak Negeri V Padang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media interaktif tema pakaian tradisional Minangkabau (Bundo Kanduang dan Penghulu) berbasis aplikasi Canva terhadap kemampuan literasi budaya anak kelompok B. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen, desain nonequivalent control group design. Sampel terdiri atas 34 anak yang dipilih melalui purposive sampling, terbagi atas kelompok eksperimen (17 anak) yang mendapat pembelajaran menggunakan media interaktif dan kelompok kontrol (17 anak) yang mendapat pembelajaran dengan media gambar cetak. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur pada tahap pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji-t independen, dan effect size dengan bantuan SPSS 23. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa rata-rata post-test kelompok eksperimen (23,94) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (17,76), dengan hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan (sig. 2-tailed = 0,000; p < 0,05) dan effect size Cohen's d = 3,93 (kategori sangat kuat). Temuan ini mendukung teori sosiokultural Vygotsky dan Cognitive Theory of Multimedia Learning. Kesimpulan: Media interaktif berbasis pakaian tradisional Minangkabau efektif dan bermakna dalam meningkatkan literasi budaya anak usia dini, sehingga dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran budaya lokal berbasis teknologi digital di PAUD.
Copyrights © 2026