Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan estimasi 1.082.000 kasus pada tahun 2023. Keberhasilan pengobatan TB paru di Puskesmas Sei Mencirim masih menghadapi tantangan akibat adanya pasien yang tidak menyelesaikan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu, pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan terhadap keberhasilan pengobatan TB paru tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah 181 penderita TB paru yang telah menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama 6 bulan, dengan sampel sebanyak 64 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, pendidikan, jenis kelamin, pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan keberhasilan pengobatan TB paru (p<0,05). Secara deskriptif, 29,7% responden dinyatakan sembuh, 37,5% menyelesaikan pengobatan lengkap, dan 32,8% tidak berhasil. Dukungan keluarga dan petugas kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien selama pengobatan. Oleh karena itu, penguatan edukasi dan dukungan sosial diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB paru.
Copyrights © 2026