Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas komunikator yang meliputi keahlian, keterpercayaan, dan daya tarik terhadap perilaku pengamalan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah (Aswaja) pada peserta pelatihan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) IPNU-IPPNU di Kabupaten Bekasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari seluruh populasi sebanyak 63 anggota yang telah mengikuti MAKESTA tahun 2025 melalui kuesioner skala Likert 1–4 yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana dan uji t parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keahlian komunikator tidak berpengaruh signifikan (t = 1,101; p = 0,275), sedangkan keterpercayaan (t = 3,585; p = 0,000) dan daya tarik komunikator (t = 3,682; p = 0,001) berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengamalan nilai Aswaja. Secara simultan, ketiga dimensi tersebut mampu menjelaskan 76,6% variansi perilaku pengamalan (R² = 0,766). Temuan ini memperkuat teori kredibilitas sumber dengan mengungkap bahwa dalam konteks pendidikan nilai keagamaan, dimensi afektif (keterpercayaan dan daya tarik) lebih dominan dibandingkan dimensi kognitif (keahlian). Implikasinya, seleksi dan pembinaan pemateri dalam kaderisasi organisasi keagamaan perlu memprioritaskan aspek integritas personal dan daya tarik komunikator
Copyrights © 2026