Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan subsektor tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel penelitian terdiri atas empat perusahaan subsektor tembakau, yaitu PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), dan PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) selama periode 2020–2023, sehingga diperoleh 16 data observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, sedangkan Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Secara simultan, Current Ratio dan Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan mengelola struktur modal secara bersama-sama memiliki peran dalam meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan.
Copyrights © 2026