Fenomena kuliner viral di media digital dibentuk melalui perpaduan antara narasi pemberitaan dan representasi visual yang memengaruhi persepsi publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi visual dan framing media online terhadap fenomena kuliner viral Donat Mochi Cloud Cakes di Blok M, Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing Robert Entman terhadap pemberitaan pada Kompasiana, Insertlive, IDN Times, Kumparan, Beautynesia, dan Detik Food. Analisis difokuskan pada hubungan antara narasi berita dan elemen visual yang membangun makna mengenai viralitas kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media merepresentasikan Cloud Cakes melalui visual antrean panjang, antusiasme konsumen, dan tampilan produk yang memperkuat citra eksklusivitas serta mendorong fenomena fear of missing out (FOMO). Framing media mengonstruksi viralitas sebagai peluang promosi UMKM sekaligus persoalan kepadatan ruang publik dan strategi pemasaran berbasis kelangkaan. Perbedaan representasi antarmedia memperlihatkan kontestasi makna antara inovasi kuliner, budaya konsumsi digital, dan isu krisis reputasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa representasi visual dan framing media saling melengkapi dalam membentuk konstruksi makna terhadap fenomena kuliner viral, sekaligus memperkuat kajian budaya visual dan media digital kontemporer.
Copyrights © 2026