Fenomena korosi merupakan ancaman degradasi material yang secara sistematis merusak integritas struktur logam di berbagai sektor industri global, menyebabkan kerugian ekonomi yang mencapai triliunan dolar dan masalah keselamatan setiap tahunnya. Secara mendasar, korosi adalah proses elektrokimia di mana logam kembali ke keadaan alaminya yang lebih stabil secara termodinamika, seperti oksida atau hidroksida, melalui interaksi dengan lingkungan yang agresif. Sebagai solusi teknis, penggunaan inhibitor korosi menjadi metode yang paling praktis dan ekonomis untuk mengendalikan laju pelarutan logam tersebut. Namun, transisi global menuju keberlanjutan industri menuntut penggantian inhibitor sintetis konvensional yang sering kali mengandung logam berat atau senyawa beracun dengan alternatif yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian tentang inhibitor alami yang ramah lingkungan sangat penting. Salah satu kandidat yang paling menjanjikan adalah senyawa Pinostrobin, sebuah bioflavonoid dominan yang diisolasi dari rimpang Boesenbergia rotunda L., atau yang lebih dikenal sebagai temu kunci. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak senyawa pinostrobin dari tanaman Boesenbergia rotunda L. (Temu Kunci) sebagai inhibitor korosi pada baja karbon dalam media asam klorida (HCl) 1 M. Metode yang digunakan adalah weight loss (penurunan berat) pada suhu ruang selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pinostrobin mampu mengurangi laju korosi secara signifikan. Efisiensi inhibisi meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, mencapai nilai maksimum sebesar 92,3% pada konsentrasi 500 ppm. Mekanisme inhibisi diduga melalui adsorpsi molekul pinostrobin pada permukaan baja, membentuk lapisan pelindung yang menghalangi kontak langsung antara logam dan media korosif. Temuan ini menegaskan potensi pinostrobin sebagai alternatif alami dan berkelanjutan untuk pencegahan korosi.
Copyrights © 2026