Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari penggunaan biochar dan dosis Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Plantation Nursery, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kota Makassar pada Desember 2022-April 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah jenis biochar terdiri dari 3 (tiga) jenis, yaitu = biochar kulit kakao, biochar tempurung kelapa, dan biochar sekam padi, sedangkan anak petak adalah dosis Mikoriza terdiri atas 4 (empat) taraf, yaitu: 0 g/polybag, 4 g/polybag, 8 g/polybag, dan 12 g/polybag. Berdasarkan kedua faktor tersebut terdapat 12 kombinasi perlakuan, dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 3 (tiga) tanaman sehingga jumlah keseluruhan adalah 108 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara biochar sekam padi dengan 8 g mikoriza vesikular arbuskular memberikan hasil terbaik terhadap kadar klorofil a (283,51 mmol.m−2), kadar klorofil total (407,03 mmol.m−2), dan kerapatan stomata (886,62 mm2), interaksi antara biochar sekam padi dengan 12 g mikoriza vesikular arbuskular memberikan hasil terbaik untuk jumlah daun (13,19 helai). Biochar sekam padi memberikan hasil terbaik pada jumlah stomata (141,75 stomata) dan luas daun tanaman kakao (280,40 mm2). Dosis 8 g mikoriza vesikular arbuskular memberikan hasil terbaik pada klorofil b (112,76 mmol.m−2), volume akar (17,33 ml), panjang akar (39,62 cm), luas daun (280,40 mm2), dan intersepsi cahaya (144,37 lux).
Copyrights © 2026