Ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik masih menjadi salah satu permasalahan dalam penerapan pertanian berkelanjutan di Desa Seputih, Kabupaten Jember. Di sisi lain, limbah biomassa pertanian dan kotoran ternak yang tersedia di lingkungan masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku pupuk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pupuk Polychar Plus Granule sebagai solusi pemanfaatan limbah lokal dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan observasi, sosialisasi, pemaparan teori, pelatihan teknis, serta monitoring dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui praktik formulasi pupuk berbasis biochar, kompos kotoran hewan, pupuk anorganik, dan perekat alami menggunakan proses granulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah edukasi, ditunjukkan oleh meningkatnya kategori pengetahuan baik menjadi 71,43% dan peningkatan skor rata-rata pemahaman sebesar 87%. Peserta juga mampu memahami fungsi pupuk granul berbasis biochar sebagai pembenah tanah, penyedia hara, dan pupuk lepas lambat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi pembuatan Polychar Plus Granule efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.
Copyrights © 2026