Tangkai tandan limbah panen TBS memiliki ketersediaan yang melimpah, namun pemanfaatannya masih relatif terbatas dan sering dianggap sebagai limbah yang tidak bernilai. Limbah ini mengandung selulosa yang berpotensi dikonversi menjadi glukosa untuk menghasilkan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tangkai tandan limbah panen TBS sebagai bahan baku bioetanol serta mengkaji pengaruh lama waktu fermentasi terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Penelitian diawali dengan preparasi tangkai tandan limbah panen TBS melalui pengeringan, penghalusan, dan pengayakan. Sampel kemudian dilakukan pretreatment menggunakan NaOH 2 N, dilanjutkan hidrolisis dengan H?SO? 2 M. Filtrat hasil hidrolisis difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae (1% b/v) dan urea (0,05% b/v) dengan variasi waktu fermentasi 2, 4, dan 6 hari, kemudian didestilasi pada suhu 78–80°C untuk memperoleh bioetanol. Parameter yang diamati meliputi rendemen bioetanol, berat jenis, kadar etanol, derajat keasaman (pH), dan total padatan terlarut (°Brix). Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi waktu fermentasi berpengaruh sangat nyata (p < 0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Kadar etanol tertinggi diperoleh pada fermentasi 4 hari sebesar 29,01% dengan berat jenis terendah sebesar 0,9631. Rendemen bioetanol tertinggi diperoleh pada fermentasi 6 hari sebesar 7,87%. Semakin lama waktu fermentasi menyebabkan penurunan pH dan total padatan terlarut. Secara umum, peningkatan waktu fermentasi mampu meningkatkan konversi substrat menjadi etanol sehingga mempengaruhi kualitas dan kuantitas bioetanol yang dihasilkan.
Copyrights © 2026