Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan sosial anak kelompok B di Taman Kanak-kanak Adabiah Desa Tanjung Kuaw Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam bekerja sama, berbagi, berkomunikasi, dan berinteraksi positif dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan sosial anak usia dini melalui penerapan metode bermain balok. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B usia 5–6 tahun yang terdiri atas 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase dan nilai rata-rata (mean) perkembangan sosial anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain balok mampu meningkatkan perkembangan sosial anak secara signifikan. Persentase perkembangan sosial anak meningkat dari 45% pada pra siklus dengan nilai rata-rata 7,2, menjadi 68,1% pada Siklus I dengan nilai rata-rata 10,9, dan meningkat lagi menjadi 86,87% pada Siklus II dengan nilai rata-rata 13,9. Peningkatan terjadi pada kemampuan bekerja sama, berbagi, berkomunikasi, dan berinteraksi sosial dengan teman sebaya. Dengan demikian, metode bermain balok terbukti efektif untuk meningkatkan perkembangan sosial anak usia dini di TK Adabiah Desa Tanjung Kuaw Provinsi Bengkulu
Copyrights © 2026