Produksi pasir merupakan salah satu permasalahan yang umum terjadi pada reservoir batupasir tidak terkonsolidasi dan dapat menyebabkan erosi peralatan, gangguan produksi, serta penurunan kinerja sumur. PAL-S4 merupakan sumur pengembangan gas yang berada di Lapangan PAL-S, Tarakan Offshore Block, Kalimantan Utara, Indonesia, dengan target reservoir Formasi Top Santul 7000 yang memiliki karakteristik batupasir tidak terkonsolidasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang standalone screen sebagai metode sand control guna mengatasi permasalahan kepasiran dan menjaga keberlanjutan produksi gas. Metode penelitian meliputi analisis potensi kepasiran formasi, analisis particle size distribution (PSD) menggunakan sieve analysis, pemilihan screen, serta evaluasi kinerja sumur. Hasil analisis menunjukkan nilai derajat sementasi sebesar 1,26, kandungan lempung sebesar 25%, kekuatan formasi sebesar 0,425 × 10¹² psi², dan laju alir kritis sebesar 20,21 MMSCFD yang mengindikasikan adanya potensi kepasiran. Analisis PSD menunjukkan ukuran butir pasir berada pada rentang 0,009 mm hingga 0,250 mm dengan karakteristik relatif seragam dan tersortasi baik. Berdasarkan hasil screen selection, dipilih Shrouded-Metal Mesh Screen (SMMS) dengan ukuran mesh 100 dan bukaan screen sebesar 149 μm yang dirancang untuk dipasang menggunakan metode thru-tubing. Evaluasi kinerja sumur menunjukkan bahwa laju produksi gas menurun dari 23 scf/min menjadi 16 scf/min setelah pemasangan screen akibat tambahan hambatan aliran. Namun demikian, desain yang diusulkan mampu mengendalikan produksi pasir dengan tetap mempertahankan kinerja produksi pada tingkat yang dapat diterima. Oleh karena itu, desain standalone screen yang diusulkan dinilai layak secara teknis untuk diterapkan pada Sumur PAL-S4.
Copyrights © 2026