Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan metode perolehan minyak tahap lanjut yang diterapkan ketika metode produksi primer dan sekunder tidak lagi memberikan hasil yang ekonomis. Salah satu metode EOR yang banyak digunakan adalah polymer flooding, yaitu injeksi polimer untuk meningkatkan viskositas fluida injeksi dan memperbaiki rasio mobilitas antara fluida pendorong dan minyak reservoir. Keberhasilan metode ini sangat dipengaruhi oleh pemilihan polimer yang sesuai dengan kondisi reservoir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menentukan polimer yang paling sesuai berdasarkan serangkaian pengujian laboratorium. Penelitian dilakukan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) “LEMIGAS” menggunakan tiga sampel polimer, yaitu polimer A, B, dan C. Tahapan pengujian meliputi uji kompatibilitas, pengukuran viskositas, uji stabilitas termal pada temperatur 60°C selama 30 hari, serta uji injectivity menggunakan core Berea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel polimer mengalami penurunan viskositas selama pengujian stabilitas termal. Namun, polimer B dengan konsentrasi 2.000 ppm menunjukkan penurunan viskositas paling kecil, yaitu dari 9,58 cP menjadi 7,44 cP setelah 30 hari pengujian. Oleh karena itu, polimer B dipilih untuk uji injectivity. Hasil uji injectivity menunjukkan adanya peningkatan tekanan injeksi yang diikuti dengan penurunan permeabilitas core Berea akibat adsorpsi dan retensi polimer pada media berpori. Secara keseluruhan, polimer B menunjukkan kinerja terbaik pada kondisi pengujian dan dinilai paling sesuai untuk aplikasi polymer flooding menggunakan air formasi sintetik Lapangan X pada temperatur 60°C.
Copyrights © 2026