Pengembangan kendaraan listrik memerlukan penerapan prinsip-prinsip ergonomi dalam desain kabin untuk meningkatkan kenyamanan pengemudi dan mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal. Kendaraan listrik BHARATA, yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Jember, memerlukan evaluasi ergonomi untuk menentukan posisi mengemudi yang paling nyaman dan aman. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi posisi tempat duduk terhadap kenyamanan pengemudi dan risiko ergonomi menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan empat variasi jarak tempat duduk ke setir: 42 cm, 37 cm, 32 cm, dan 27 cm. Data diperoleh melalui pemodelan kabin menggunakan SolidWorks dan simulasi postur menggunakan CATIA V5, diikuti dengan penilaian ergonomi menggunakan metode RULA. Hasil menunjukkan bahwa jarak tempat duduk 42 cm, 37 cm, dan 32 cm menghasilkan skor RULA 4, menunjukkan tingkat risiko ergonomi moderat, sedangkan jarak 27 cm menghasilkan skor RULA 5, menunjukkan risiko ergonomi yang lebih tinggi yang memerlukan tindakan korektif. Analisis komparatif mengungkapkan bahwa jarak 37 cm memberikan skor postur paling seimbang untuk lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, leher, dan batang tubuh, menjadikannya posisi duduk paling ergonomis. Studi ini menunjukkan bahwa metode RULA efektif untuk mengevaluasi risiko ergonomis dan dapat berfungsi sebagai referensi untuk mengembangkan desain kabin kendaraan listrik yang lebih aman, lebih nyaman, dan mendukung kesehatan pengemudi.
Copyrights © 2026